Program Mamuju Mappaccing Butuh Kesadaran dan Aturan Tegas

Sampah yang tergenang di kolam Anjungan Pantai Manakarra.

MAMUJU,TERASSULBAR – Di era saat ini, pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, penataan struktur kota yang tak teratur, polusi udara dan sampah yang berserakan dan tak terkendali memang menjadi masalah yang cukup serius untuk ditanggulangi.

Namun sebaliknya, mengurangi polusi udara dan pentaan kota serta kebersihanya yang dapat dijaga dengan baik menjadi idaman dan harapan semua orang atau penduduk setempat. Tetapi untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah, tak cukup hanya dilakukan dan keseriusan pemerintah setempat, dibutuhkan kesadaran bersama untuk mengatasi masalah tersebut.

Sampah yang berserakan di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju.
Sampah yang berserakan di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju.

Tapi harapan itu bukanlah hal yang siah-siah, banyak juga daerah serta masyarakatnya yang mampu mewujudkanya. Terkhusus di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), telah dicanangkan program Mamuju Mappaccing oleh pemerintahan Habsi Wahid bersama Irwan Pababari selaku Bupati  dan Wakil Bupati Mamuju, yang baru setahun lebih menahkodai daerah yang dikenal dengan sebutan Manakarra ini.

Imbauan terus dikumandangkan dalam setiap rapat evaluasi kerja Habsi-Irwan, bahkan imbauan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dengan hidup bersih serta menjaga lingkungan dengan baik.

Kurang lebih setahun, program Mamuju Mappaccing itu di  launching sampai saat ini, program tersebut belum cukup maksimal.

Program Mamuju Mappaccing Butuh Kesadaran dan Aturan Tegas

Masih terdapat tumpukan sampah dan sudut-sudut kota bahkan disekitar rumah warga Mamuju. Hal ini menggambarkan, kesadaran masyarakat Mamuju belum dapat sepenuhnya terketuk untuk mendorong program Mamuju Mappaccing.

Saat redaksi Terassulbar.co mengunjungi Anjungan Pantai Manakarra Mamuju yang menjadi icon daerah Manakarra itu, mendapati tumpukan sampah yang berserakan diseputaran Anjungan Manakarra. Bahkan, kolam yang terdapat Kapal Sandeq terdapat banyak sampah yang dibuang kedalam kolam oleh para pengunjung.

Program Mamuju Mappaccing Butuh Kesadaran dan Aturan Tegas

Selain masih lemahnya kesadaran masyarakat setempat, efektif kinerja para petugas kebersihan yang menjadi tugasnya belum memaksimalkan kinerjanya dengan baik. Tentu masalah ini perlu kembali mendapat evaluasi, untuk mengatasi kelemahan dan mempertegas aturan dan sistem kerja para petugas kebersihan.

Bila perlu, jika kesadaran bersama sulit untuk ditumbuhkan demi kebersihan lingkungan dan kota. Maka Pemerintah Daerah (Pemda) Mamuju, bisa mempertegas kebijakan baru untuk pemberian sanksi kepada masyarakat yang lalai atau dengan sengaja membuang sampah yang tidak pada tempatnya.

Dan penerapan sanksi kepada warga yang dengan sengaja membuang sampah telah dilakukan di negara lain bahkan di kota-kota yang ada di Indonesia. Salah satunya Kota Bandung, yang menerapkan 50 juta denda bagi warga yang dengan sengaja membuang sampah sembarangan.

Untuk diwilayah Sulawesi, Kabupaten Palopo dan Bantaeng di Sulawesi Selatan (Sulsel) juga termasuk daerah yang sukses dan berulang kali meraih penghargaan Adi Pura.

Berkaca dari daerah yang sukses mewujudkan program kebersihan kota, Kabupaten Mamuju, bukan hal yang tak mungkin dapat menunjukan tata kelola kota serta kebersihan kotanya dengan baik.

Selama ada kerja sama dan kesadaran bersama yang terjalin antara masyarakat dan pemerintah daerah yakinlah, program apapun yang dicanangkan untuk membangun serta kemajuan daerah dapat terwujud dengan baik. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *