Puluhan Mahasiswa FEBI IAI Polman Lepas Liarkan Tukik di Pantai Mampie

- in Pendidikan & Kesehatan, Sulbar
227

POLEWALI,TERASSULBAR – Institut Agama Islam Darud Da’wah Wal Irsyad (IAI DDI) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), bekerja sama dengan Komunitas Sahabat Penyu melepas liarkan puluhan tukik atau anak penyu di Pantai Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Sabtu (23/6/18).

Pelepas liarkan tukik dilakukan langsung puluhan Mahasiswa IAI DDI Polman Studi Perbankan Syariah dan Ekonomi Syaroah (FEBI), bersama Rektor IAI DDI Polman Drs. Salam Harianto., M.Pd., Wakil Dekan FEBI Drs. Burhanuddin Ahmad, M.Si., serta masing-masing ketua prodi dari dua program studi yang ada di FEBI.

Kepada terassulbar.co, Rektor IAI DDI Polman Drs. Salam Harianto, M.Pd., menuturkan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pelestarian penyu. Meski ia mengaku baru mengetahui di Kabupaten Polman telah ada pelestarian penyu.

“Ia saya baru tahu ini kalau di Polman itu ada pelestarian penyu, dan kedepannya kita akan terus jalin kerjasama dalam hal konservasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah IAI DDI Polman, Rini, S.E., M.Si.,Ak.,CA., mengatakan penyu yang merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi harus selalu dijaga keberadaannya.

“Pelepasan tukik sebagai wujud aksi nyata para mahasiswa. Kami berharap, kegiatan ini memberi nilai manfaat baik bagi lingkungan maupun masyarakat,” harapnya.

Tak sampai disitu, belum lama ini pihaknya pun juga menggelar penanaman mangrove bersama Komunitas Sahabat Penyu dan lokasinya di Mampie juga. Dan Rini berharap, kegiatan sosial dan kepedulian terhadap alam dan penyu dapat terus dipertahamkan sebagai wujud pengabdian.

“Kegiatan ini tak sampai disini saja, saya berharap kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai wujud emplementasi pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan,” pintanya.

Ditempat yang sama, Ketua Komunitas Sahabat Penyu, Yusri menyambut baik hadirnya salah satu perguruan tinggi di Polman untuk melepas liarkan tukik di Mampie.

“Agar penyu tak punah, dibutuhkan kepedulian kita bersama dan kita sangat merasa terbantu dengan hadirnya kampus untuk peduli terhadap penyu,” ungkap Yusri.

Yusri pun mengungkapkan, di Kabupaten Polman saat ini terdapat tiga titik fokus pelestarian penyu, yaitu di Pantai Mampie kecamatan Wonomulyo, Tanjung Buku Kecamatan Mapilli dan Pantai Lapeo (Bopan House) Kecamatan Campalagian. Saat ini semua lokasi tersebut bisa dikunjungi jika ingin melihat dan melepasliarkan. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *