Salim S. Mengga dan Paham Politik Kepercayaannya

- in Mamuju, Polewali Mandar, Sulbar

MAMUJU,TERASSULBAR – Politik kepercayaan yang menekankan pada nilai kepercayaan dan kejujuran merupakan paham politik yang selama ini dibangun oleh Meyjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri acara The 16 Milenial Public Education yang diselenggarakan di Arena Food and Court Mamuju, Jumat (22/02/18).

“Selama hampir 8 tahun berada di DPR, nilai politik kepercayaan yang saya anut, itu seperti politik yang bertujuan untuk, terwujudnya kondisi sosial yang baik dan berkeadilan politik pada masa itu,” ungkap Sang Jenderal.

Karena baginya, politik kepercayaan yang ia bangung adalah kepercayaan masyarakat, ia tak ingin paham politiknya seperti lilin, yang menyala sejenak, namun setelah habis meleleh hilang begitu saja. Bagi Sang Jenderal, politik seperti yang ia bangun ini sulit sekali untuk bisa diterka orang.

Selama duduk di kursi legislatif DPR RI, ia mengakui, karena paham politik kejujuran itu, ia sempat beberapa kali berpidah komisi selama menjabat, dirinya dianggap tidak populer untuk diajak bekerja sama.

“Pertama saya di Komisi I, dilempar ke Komisi II, di komisi II ada persoalan E-KTP dilempar lagi ke Komisi II, selesai E-KTP baru saya dikembalikan ke Komisi II, karena persoalan kejujuran yang saya pegang dan saya tetap akan berada pada jalan lurus yang saya anut selama ini,” jelas Salim.

Karena bagi Purnawirawan Jenderal Bintang dua ini, semua adalah kawan, bahkan pesaingnya pun ia anggap sebagai kawan. Ia pun mengungkapkan, tidak semua politisi yang ada di DPR RI itu buruk, sebab masih ada yang berpegang pada nilai-nilai keagamaan seperti dirinya.

Salim juga menuturkan, bahwa tidak ada partai yang bersih, semua menggunakan standar ganda, dimana satu sisi kader didorong untuk bekerja pada rakyat, tapi pada sisi lain hal itu tidak bisa, karena partai yang tidak bisa menutup diri, bahwa dia butuh dana untuk partainya.

“Yang perlu kita perhatikan sekarang adalah generasi saat ini harus dirubah isinya harapan. Saya harap mari kita pilih orang-orang yang baik, mampu memperjuangkan daerah kita,” tutur Salim.

Ia pun berpesan, bagi politikus muda yang berkualitas agar beri kesempatan untuk memperlihatkan, bahwa mereka mampu membawan amat rakyat dibebankan kepadanya.

“Siapa pun nantinya terpilih tolong bekerja secara maksimal berbuatlah untuk rakyatmu memang ada konsekuensi yang harus ditanggung,” pesan Salim.

Tak lupa ia meminta, agar penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu agar bekerja secara profesional, karena kesuksesan Pemilu ini berada ditangan mereka.

“Tolong bekerja secara profesional, daerah ini tidak bisa baik selama ada orang-orang yang bekerja secara tidak transparan, karena itu saya minta, jadilah penyelenggara dan pengawas profesional,” tutup Sang Jenderal. (**)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *