Sejumlah Bahan Pokok Alami Kenaikan Jelang Ramadan

- in Ekobis, Mamuju
Sitti Sutina Suhardi Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju

MAMUJU,TERASSULBAR – Bulan Suci Ramadan tinggal menyisahkan waktu dua minggu lagi. Namun, hawa dari bulan penuh rahmat tersebut sudah mulai terasa dengan naiknya sejumlah bahan pokok dipasaran.

Menurut pengakuan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, sejak sepekan terakhir sudah mulai terlihat kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

“Kalau untuk beberapa minggu terakhir, naiknya sangat drastis. Karena saya cek minggu lalu, itu rata-rata mengalami kenaikan, terakhir bawang itu naik 40 persen. Tapi, untuk bahan-bahan pokok yang lain naiknya tidak signifikan, yang lainnya ini naiknya cuma 10-15 persen itu wasih wajar,” ujar Sutina saat ditemui di ruangannya, Selasa (23/04/19).

Selain pengaruh akan tibanya bulan Suci Ramadan, kurangnya pasokan juga menjadi salah satu penyebab signifikannya kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama bawang.

“Kan kemarin itu waktu turun ke pasar kita menanyakan apa alasannya sampai melonjak naik, memang pasokan yang kurang. Karena memang, seperti bawang itu pasokannya dari luar Kabupaten Mamuju, jadi itu yang agak tersendat pasokannya,” jelas Sutina.

“Kita tidak tau apakah disana memang bukan musimnya. Kalau bukan musimnya, walaupun bukan memasuki bulan puasa itu biasa naik, ini karena mau memasuki bulan Suci Ramadan naiknya cukup signifikan,” sambungnya.

Lanjut Sutina, untuk menekan kenaikan harga bahan pokok yang cukup signifikan menjelang bulan Suci Ramadan ini, pihaknya akan menggandeng Bulog untuk melakukan operasi pasar.

“Kita mau koordinasi dengan Bulog, mudah-mudahan Bulog punya cadangan, karena mereka bukan cuma beras saja, kebutuhan pokok juga. Mudah-mudahan Bulog punya persediaan seperti bawang, kita akan operasi pasar kalau memang mereka ada persediaan,” terang Sutina.

Menurut Sutina, beras menjadi satu-satunya bahan pokok yang harganya tidak terlalu terpengaruh dengan akan tibanya bulan Suci Ramadan.

“Yang stabil harganya itu beras, karena habis penen kan bulan lalu, jadi harganya masih stabil, tidak terpengaruh dengan akan tibanya bulan Suci Ramadan,” pungkas Sutina. (ru)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *