Simak Alasan H. Ma’mur Melanjutkan Pengabdiannya di Panggung Politik

PASANGKAYU,TERASSULBAR – Masyarakat Kabupaten Pasangkayu yang sebagian besar hidupnya menggantungkan dari hasil pertanian kelapa sawit, tentu akan memudahkan bagi H. Ma’mur. A.R untuk menyerap berbagai aspirasi para petani kelapa sawit.

Pasalnya, ia yang dikenal sebagai penyuluh dan pendamping petani kelapa sawit telah menginjakkan kaki di Kabupaten Pasangkayu sejak akhir tahun 1989. Dirinya yang diamanahkan sebagai koordinator Petani Plasma disalah satu Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit milik Swasta pada tahun 1990, ia selalu terdepan dalam memberikan petunjuk teknis budidaya kelapa sawit untuk produksi yang maksimal.

Setelah bertahun-tahun memberikan pengabdian dan kinerja yang baik di perusahaan kelapa sawit milik swasta, ia memutuskan untuk melanjutkan pengabdianya diruang politik, di Partai Gerindra.

Alasanya memilih partai besutan Prabowo Subianto, karena ia percaya bersama Partai Gerindra mampu memperjuangkan hak – hak para petani dan para buruh.

“Saya ingin terus berada ditengah-tengah para petani sebagai pendamping dalam mewujudkan program pro rakyat, serta penyambung gagasan antara petani-pemerintah-perusahaan demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Pasangkayu, dan pada umumnya untuk semua masyarakat Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa H.Ma’mur itu, Senin (20/8/18).

H. Makmur yang besar di Kabuapten Polewali Mandar, memilih Partai Gerindra sebagai kendaraan politiknya untuk merebut kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dapil Kabupaten Pasangkayu, bukan tanpa alasan.

”Memilih partai Gerindra karena sejalan dengan prinsip Bapak Prabowo Subianto, yang saat itu masih sebagai Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) yakni mengangkat harkat Petani Indonesia, yang pemikiran ini Insya allah akan diangkat dalam penyampaian program pro rakyat khususnya Kabupaten Pasangkayu,” ungkapnya.

“Selain itu Partai Gerindra Pasangkayu berkomitmen membangun kabupaten ini mulai dari Benggaulu sampai Suremana, membawa kesejahteraan tidak hanya untuk petani tapi juga untuk pelaku usaha lainnya. Sebab, tentunya sebagai kabupaten yang mayoritas penduduknya bergelut dibidang agro kompleks (pertanian/perkebunan/peternakan), maka dengan menumbuh kembangkan dan mengoptimalkan program petani sama saja dengan menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Pasangkayu,” papar alumni Fakultas Pertanian UNHAS itu.

H. Ma’mur yang lahir di Kabupaten Gowa Tahun 1964 itu menuturkan, sebelum dirinya bergabung dengan partai politik, sejauh ini dirinya sudah berusaha menyumbangkan buah fikiran untuk masyarakat Pasangkayu . Akan tetapi kata dia, partai politik itu ibarat busur yang dipakai melontarkan anak panah dan masyarakatlah sebagai penarik tali busur.

“Ini analogi dalam demokrasi yang terbuka. Jadi partai politik adalah wadah yang baik untuk digunakan, terutama bagi orang-orang yang memunyai gagasan intelektual. Karena kaum intelektual itu orang yang bekerja dengan ide inovasi dan kreatifitas tinggi,” terangnya.

Turut berkompetisi di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang, merupakan langkah politiknya untuk memberikan kontribusi pembangunan daerah, dengan mendorong regulasi yang menguntungkan bagi rakyat dan daerah.

“Saya menyadari bahwa masuk partai politik itu seperti merubah areal hutan menjadi areal perkebunan, yang diawali dengan perencanaan (planning), harus dilaksanakan (actuating) dan jangan lupa pengawasan (controlling), karena didalamnya ada kepentingan, kekuasaan, dan segala macam yang jauh dari dunia petani.Tidak mudah wajah politik hari ini menjadi semacam arena bertaruh, menggunakan uang, kekuasaan, bahkan intimidasi dan hal-hal lain yang menurut saya jauh dari subtansi berdemokrasi,” jelas pria yang lahir dari pasangan Hj. Siti Darasia Daeng Lele dan M. Arsyad L (alm. Purnawirawan AD).

Ia menambahkan, menjadi wakil rakyat juga perlu penguasaan ilmu dan pengalaman dibidangnya masing, maka tentunya politik bakal menjadi sesuatu yang mensejahterakan. Dan tak terlepas, kata Ma’mur mendapat dukungan dari para tokoh masyarakat.

”Terimakasih kepada tokoh masyarakat Kabupaten Pasangkayu, keluarga, dan sahabat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat dan nasehat politiknya, dalam memperkuat niat kami berjuang mewakafkan diri berbuat lebih banyak untuk masyarakat di legislatif SULBAR9,” tutup mantan ketua umum Forum Komunikasi Ummat Islam (FKUI) BARAS itu.(her)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *