Sisa Anggaran Media Lenyap, Hatta Sebut Itu Pelanggaran Hukum Perdata

MAMUJU,TERASSULBAR – Sisa anggaran publikasi media cetak dan elektronik yang diplot melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2017, pada Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulbar, tak lagi dibayarkan Kepala Biro Humas dan Protokol dengan alasan tak lagi memiliki anggaran.

Padahal, kerja sama tersebut telah tertuang dalam kontrak beserta besaran nilai kontrak kerja sama yang ditandatangani kedua pihak.

Alasan rasionalisasi yang dinilai kurang berdasar, membuat sejumlah media yang telah teken kontrak dengan Humas dan Protokol Provinsi Sulbar kecewa.

Dengan tidak dibayarkan sisa anggaran kerja sama publikasi sebagaimana yang tertuang dalam kontrak, praktisi hukum Sulbar, Aco Hatta Kainang menganggap itu sebuah pelanggaran perdata.

“Itu merupakan pelanggaran hukum perdata,” kata Hatta saat dikonfirmasi melalui via pesan whatsapp, Selasa (7/11/17).

Ia pun memberikan dukungan kepada rekan-rekan media yang bakal menempuh jalaur hukum atas kasus tersebut.”Itu bisa dilakukan gugatan sederhana dengan jalan cepat dan singkat hanya 30 hari harus putus, tidak ada banding,” jelasnya.

Dengan adanya kasus tersebut, Hatta menyebut Biro Humas dan Protokol berhutang kepada media. Dan kata Hatta, kasus ini harus mendapat perhatian dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulbar, untuk melakukan audit sisa kas Humas dan Protokol Sulbar.

“Tinggal tim audit bekerja untuk melakukan audit nilai sisa kas,” imbuhnya.

Tak sampai disitu saja, Hatta juga meminta kepada Komisi I DPRD Sulbar untuk lakukan hearing Biro Humas dan Protokol Sulbar.”Semestinya komisi terkait harus hearing Biro Humas,” harapnya.

Lebih fatalnya lagi, saat penanggung jawab media terkait yang memiliki kerja sama di Biro Humas dan Protokol menyambangi Kepal Biro Humas dan Protokol Sulbar, Eman Hermawan diruang kerjanya beberapa hari lalu, ia lontarkan kalimat yang tak mengenakkan dengan menyebut media-media yang telah bekerja sama dengan Biro Humas dan Protokol tidak memberikan kontribusi pagi Pemerintahan Ali Baal Masdar.

“Wah keliru tuh namanya, humas itu adalah cermin citra pemimpin, jangan soal keprotokoleran saja yang menjadi fokus. Tugas humas
membangun sinergisitas dengan media, adalah harus dan mutlak,” sesalnya.(her)

Facebook Comments