Soal Pengelolaan Migas Dinas ESDM Sulbar Didesak Perjelas Perubahan Blok

MAMUJU,TERASSULBAR – Praktisi Hukum Muh Hatta Kainang mendesak Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), untuk segera memperjelas perubahan nama blok eats sepingan menjadi blok Manakarra Mamuju 1.

“Sehubungan dengan ditemukannya cadangan gas melimpah di blok ini, dengan nama sumur merakes dengan jumlah cadangan 2 triliun
Cubic Feet Per Day (TCF). Kami meminta Dinas ESDM Sulbar sebagai pengusul nama blok sejak 2015 untuk mencari kepastian hukum atas hak tersebut,” harap Hatta, Selasa (14/11/17).

Hatta melanjutkan, perlunya perubahan nama blok tersebut, mengingat wilayah blok ini masuk di gugusan kep Bala Balakang. Blok ini akan menyambung dengan blok jangkrik yang tahun ini produksi,sedangkan blok yang masuk di Wilayah Sulbar akan berproduksi Tahun 2019.

“Kami meminta ketegasan Dinas ESDM Sulbar, karena ini menyangkut hak daerah berupa dana bagi hasil dan participacy interest,” tegasnya.

Karena menurutnya, dengan adanya kejelasan blok terkait pengelolaan hasil Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Balak Balakang, akan menjadi solusi bagi kesejahteraan masyarakat Sulbar.

“Inilah awal dari kesejahteraan masyarakat Sulbar, karena soal Lerelerekang kita belum ada kepastian soal dbh Migas. Kami meminta keseriusan pemerintah daerah, agar blok ini dikelola oleh perusahaan Migas Eni Indonesia asal Italia dengan Pertamina Hulu Energi,” paparnya.

Belum adanya langkah kongkrit yabg dilakukan Pemerintah Sulbar, sehingga dipandang perlu pemerintah menseriusi perubahan blok tersebut.

“Dan ini harus diseriusi karena menyakut martabat daerah dan kesejahteraan masyarakat Sulbar. Jangan kita lengah dan membiarkan hal ini tidak diseriusi,” tutupnya. (her)

Facebook Comments