Sulbar Masuk Kategori Siaga Darurat Terkait Kebakaran Lahan

- in Cipta Kondisi, Sulbar
73

MAMUJU,TERASSULBAR – Selama tahun 2019 Sulawesi Barat (Sulbar) saat ini masuk dalam kategori siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, dimana sudah terjadi kebakaran sebanyak 30 kali di beberapa daerah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Fakhruddin, dimana ia mengungkapkan luas lahan yang terbakar secara total sekitar 36 hektare. Tetapi yang paling besar di Mateng tepatnya di kebun sawit yang luasnya 20 hektare.

“Sekarang dalam kondisi siaga darurat kebakaran lahan karena sementara kemarau berkepanjangan,” kata Fakhruddin saat ditemui di Mamuju, Rabu (18/09/19).

Fakhruddin merincikan, selama tahun ini, Majene sudah enam kali kebakaran lahan, Mapilli delapan kali, Mamasa delapan kali, mamuju enam kali.

“Mateng, sudah dua kali di kebun sawit kebakaran seluas 20 hekatre. Pasnagkayu belum ada meskibada potensi di daerah gambut,” urainya.

Lanjutnya, informasi dari BMKG diprediksi kemarau panjang ini masih akan berlangsing hingga November dan Desember.

“Jajaran kami sudah siaga. Melalui patroli, penyuluhan dan pembentukan brigade pengendalian kebakaran lahan dan hutan,” jelasnya.

Upaya lainnya, kata dia, meningkatkan keterampilan polisi hutan kita dan yang terkahir bersama masyarakat membentuk kelembagaan peduli api.

Untuk saat ini daerah paling rawan untuk diantisipasi yakni perbatasan Majene dan Polewali Mandar, tepatnya di hulu sungai Mandar dan Mapilli.

“Memang tingkat panas dan suhu bumi tinggi. Di sana juga pola masyarakat membuka lahan belum menerapkan kaidah konsevasi. Sebagian masih menerapkan pola pembukaan lahan dengan cara dibakar.Termasuk para pencari madu yang menggunakan asap,” katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulbar mendeteksi enam titik panas (hotspot) yang tersebar di Sulbar. Prakirawan Cuaca BMKG Sulbar, Ariska mengatakan titik panas itu dideteksi di Mamasa, Mamuju, dan Mateng.

Diantaranya di Kecamatan Mambi, satu titik dengan level confidence 51-60 persen. Satu titik di Kalumpang, Mamuju dengan level confidence 61-70 persen. Dan satu titik di Budong-budong, Matang dengan level confidence juga 61-70 persen. Level confidence tertinggi tiga titik di Kalumpang dan Bonehau mencapai 81-100 persen.

“Level confidence itu artinya besar potensi terjadinya kebakaran lahan dititik panas,” tutup Fakhruddin. (sy)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *