Sulbar Menjadi Tuan Rumah Pencerahan APPSI

MAMUJU, TERASSULBAR – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi tuan rumah Pencerahan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Bagi pejabat Tingkat Provinsi. Hal itu merupakan tindaklanjut dari kegiatan APPSI di Jakarta Tahun lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel D’Maleo, Kamis (31/3/16) dihadiri Pejabat Pemerintahan Provinsi Se Sulawesi dan Guru  Besar  Gubernur se Indonesia, yaitu Prof. M. Ryass Rasyid, MA. P.hD, serta para narasumber dari kegiatan tersebut. Mereka diantaranya Dr. Aviliani, Prof. Muchlis Hamdi, MPA. P.hD,  Prof Bahtiar Efendy dan Prof. M. Ryass Rasyid, MA. P.hD.

Tak hanya itu, Ketua APPSI Sahrul Yasin Limpo baru dapat menghadiri pada penutupan kegiatan tersebut, dikarenakan jadwal kegiatanya selaku Gubernur Sulawesi Selatan bertepatan melantik salah satu pasangan Bupati dan Wakil Bupati di Sulsel.

Sehingga Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh yang merupakan Anggota Badan Pengurus APPSSI nobatkan untuk membawakan sambutan serta membuka secara resmi kegiatan Pencerahan APPSI Bagi pejabat Tingkat Provinsi.

Dalam sambutanya Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh sangat berterima kasih kepada Pengurus APPSI yang telah mempercayakan Sulbar sebagai tuan rumah.

Pada kesempatan itu juga Anwar menyebutkan, beberapa kepedulian dan peran APPSI kepada bangsa dibawah kepemimpinan Sahrul Yasin Limpo atau yang akrap disapa SYL.

“Ada beberapa kepedulian APPSI terhadap bangsa selama kepemimpinan Pak Sahrul, yaitu dari sektor ekonomi. Kami selaku gubernur se Indonesia sangat prihatin dengan kondisi perekonomian bangsa. Apalagi kita akan masuk pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” sambungnya.

“Melihat kondisi itu, kami mengambil langkah untuk mengundang perbankan beberapa waktu lalu. Hasilnya, APPSI merekomendasikan ke Prisedin dengan persoalan masih tingginya bunga 22 persen. Kami anggap dengan bunga kur yang setinggi itu tidak populer dan tidak bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat, sehingga pemerintah pusat menurunkan bungan kur 19 persen. Atas rekomendasi APSSI presiden akan kembali menurunkan bunga kur sampai 7 persen,” ungkapnya.

Dibidang lain Anwar juga membeberkan program yang sudah dijalankan APPSI, yaitu dari segi hukum.

“Kami sudah memubuat Memorandum Of Understanding (MOU) dengan para mitra kerja hukum, untuk memperkuat pengawas pemerintah sesuai undnag-undang. Dan Presiden kembali mengapresiasi, sehingga Presiden mengundang seluruh gubernur se Indonesia yang juga di hadiri Kepala Jeksaksaan, Kapolri, Panglima TNI dan masih banyak lagi para undangan terkait yang hadir,” paparnya.

Tak sampai disitu, soal berdemokrasi APPSI pun juga menunjukan perannya dan juga tentang keagamaan.

“Di Indonesia terutamanya dalam berdemokrasi dengan meunjukan aktifitas politik para politikus kita kadang sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Belum lagi masalah keagamaan, konflik terjadi dimana-mana dengan mengatasnamakan agama,” lebih lanjut.

“Dan baru-baru ini kami digemparkan dengan munculnya kelompo agama, yaitu Gafatar. Saya pernah menegaskan bahwa Sulbar tidak memiliki masyarakat yang menganut faham Gafatar, tetapi tiba-tiba saat kelompok itu di bongkar di Kalimantan, ada sekitar 87 kepala keluarga yang berasal dari Sulbar. Saya heran saat akan dikembalikan ke rumah mereka masing-masing di Sulbar, mereka tak memiliki rumah dan bukan penduduk Sulbar, dan saya bertanya dari mana dia mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bupati Mamuju pun heran dan tidak tau dari mana mereka dapatkan KTP,” terangnya.

Dengan demikian, kata Anwar, hadirnya APPSI untuk menyerap aspirasi masyarakt melalui gubernur masing-masing di daerah untuk menyampaikan ke APPSI dan dikaji untuk disampaikan ke Presiden.

“Langkah-langkah ini yang kita ambil untuk memberikan dukungan kepada kepemimpinan Jokowi-JK, untuk menuntaskan masalah-masalah bangsa,” jelasnya.

Dipenghujung sambutanya, Anwar berharap kepada narasumber yang akan memberikan pencerahan sesuai materi masing-masing, dapat memberikan penjelasan yang baik kepada para pejabat. (*)

Facebook Comments