Tersangka Meregang Nyawa di Sel Tahanan Polsek Mamuju

MAMUJU,TERASSULBAR РDiduga merasa malu, Amiruddin (31) yang dijerap kasus dugaan penipuan, nekad menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri, di dalam sel tahanan Polsek Mamuju, Minggu (11/11/18).

Kapolres Mamuju, AKBP Moch Rivai Arvan mengungkapkan, tersangka ditemukan gantung diri oleh petugas piket Pukul 12.30 Wita, saat hendak memberi makan siang. Posisinya sudah tergantung di teralis sel menggunakan ikat pinggang bekas. Saat ditemukan, lidah tersangka menjulur dan mengeluarkan darah dari hidungnya.

“Ikat pinggang yang digunakan bukan milik tersangka. Kami menduga ikat pinggang itu diperoleh dari ruang penyimpangan barang bukti, dekat sel tahanan, karena tidak memiliki sabuk kepala,” ujar AKBP Arvan.

AKBP Arvan menyebutkan, berdasarkan hasil visum tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulbar, diduga kuat tersangka meninggal bunuh diri. Di leher bagian depan tersangka terdapat bekas jeratan sepanjang 37 cm dan lebar 2 cm.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan visum, diduga kuat tersangka tewas gantung diri,” sebutnya.

Disebutkan, dugaan bunuh diri itu didasari rasa malu. Sebelum meninggal, tersangka mengaku kesal dengan atasannya tak tak menaikkan gajinya, meski telah bekerja selama sepuluh tahun.

“Dugaan kami tersangka malu kepada keluarga atasannya. Dia merasa dongkol karena gajinya tak naik-naik,” tandas AKBP Arvan.

Terkait adanya insiden itu, AKBP Arvan mengaku telah memeriksa petugas piket. Diduga terjadi kekelalaian sehingga korban bisa melakukan aksi bunuh diri.

“Diduga petugas lalai. Saya pasti tindak dan proses,” imbuhnya.

Sebelumnya, Amiruddin diduga melakukan aksi penipuan dan penggelapan uang milik atasannya, Sandi, senilai Rp 23 juta, Sabtu 6 November 2018. Sandi kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Mamuju, pada Minggu 7 November, dengan surat laporan bernomor LP/77/XI/2018/Sulbar/Res.Mamuju/Sek.Ur.Mamuju.

Tiga hari jadi DPO, Amiruddin akhirnya diringkus personel Polres dan Polsek Mamuju bersama Polsek Ujung Pandang, di Hotel Grand Himawan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pukul 12.00 Wita, Sabtu 11 November 2018. (sn)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *