Tinggalkan Golkar, Kalma Sebut Biarlah Tuhan Menjadi Penentu Hasil Akhir

Kalma Katta

POLMAN,TERASSULBAR – Keluarnya putusan DPP Partai Golkar yang membuat poros baru di Pemilihan Guernur (Pilgub) Sulawesi Barat (Sulbar) 15 Februari mendatang, yaitu dengan mengusung bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar Hasanuddin Masud-KH.Syibli Sahabuddin, membawa perkembangan baru dalam peta politik di Sulbar.

Sebagai kader terbaik Partai Golkar, Kalma Katta yang telah menyatakan sikap mundur dari jabatanya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Majene demi melanjutkan langkah politik dan komitmenya maju di pilgub mendampingi Suhardi Duka (SDK). Meski banyak kader dan pengurus partai berlambang pohon beringin itu menyayangkan Kalma yang harus hengkang dari partai yang telah membesarkanya.

Mendengar putusan tersebut, Kalma Katta memberikan hormat dan apresiasi atas putusan DPP Partai Golkar.”Tentunya itulah yang menjadi kebijakan DPP Golkar,” kata Kalma usai menghadiri silaturrahim dengan warga Kediri, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar baru-baru ini.

Dihadapan media, Kalma pun tak memperlihatkan rasa kekecewaanya atas putusan partai yang ia lama tunggangi dalam perjalanan karir politiknya. Bahkan ia menyebutkan secara otomatis kader harus tunduk dan patuh terhadap kebijakan Partai. Apalagi karena telah menjadi kebijakan DPP partai berlambang pohon beringin itu.

“Tapi secara pribadi, saya sudah menyatakan mundur dari jabatan Ketua DPD II Partai Golkar Majene dengan alasan karena saya telah menjadi calon resmi yang diusung oleh Partai Demokrat. Jadi inilah saya yang secara etika tidak memungkinkan untuk berada pada dua sikap politik yang bersamaan. Komitmen saya sudah bulat untuk bertarung di Pilgub,” tegas Kalma.

Lebih lanjut kalma menuturkan harapnya di pilgub mendatang, untuk bersama-sama menjaga nilai demokrasi demi menyukseskan pilgub.”Tentu saya tetap mengapresiasi. Yang penting kita semua bisa menjalankan iklim demokrasi di Sulawesi Barat dengan penuh tanggungjawab serta saling menghargai sikap politik Masing-masing,” harap mantan Bupati Majene dua periode ini.

Di tempat yang sama, dirinya meminta kepada semua pihak agar suasana politik dapat berjalan tanpa harus menunjukkan perilaku negatif di tengah-tengah masyarakat. Terlebih lagi kata Kalma, Pemilukada hanyalah salah satu bagian yang mesti ditempuh melalui pintu kompetisi.

“Mari berusaha, mari berdoa dan terpenting kita semua harus tetap percaya dengan yang namanya takdir. Biarlah Tuhan yang menjadi penentu hasil akhir,” tutup Kalma Katta. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *