TNI Latihan di Polman, Kasdim Polmas Mohon Doa Restu Masyarakat

POLMAN,TERASSULBARĀ – Prajurit Kodim 1402/Polmas mengikuti latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) di Lapangan Tembak Sila-sila, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman. Rabu (21/11/18).

Kepala Staf Kodim 1402/Polmas, Mayor Inf Hendrik KK menjelaskan bahwa kegiatan latihan menembak bagi prajurit kewilayahan ini wajib dilaksanakan 3 bulan sekali.

“Minggu ini kegiatan latihan di Polman cukup ramai karena bertepatan juga prajurit Brigif 3 Kostrad melaksanakan latihan Penerjunan di Polman,” jelas Kasdim.

Lebih lanjut dikatakan Kasdim bahwa latihan merupakan kesejahteraan bagi seorang prajurit TNI tidak terkecuali aparat kewilayahan seperti yang dilakukan personel Kodim Hari ini.

“Kegiatan latihan di Kabupaten Polman kali ini cukup padat, kami memohon doa kepada seluruh masyarakat Polman agar semua kegiatan latihan berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala apapun,” ujarnya.

Selain itu Kasdim juga berharap kepada masyarakat Polewali Mandar agar memberikan dukungan moril dan doa kepada prajurit Kostrad yang saat ini sedang melaksanakan latihan di Polman.

Ini kesempatan yang sangat baik, Kabupaten Polman dijadikan daerah latihan Penerjunan pasukan tempur TNI dari Kostrad.

Masyarakat boleh datang dan menyaksikan aksi prajurit kebanggan kita melaksanakan latihan di areal persawahan tepatnya dibelakang rumah sakit umum Polman sekira Pkl 06.00 Wita, Kamis 22 November 2018 besok. Tentunya tetap menjaga faktor keamanan diri masing-masing karena ini terjun statis.

Pasukan elit kita akan diterjunkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, “Silahkan datang saksikan karena pesawat Hercules nantinya akan terbang lebih rendah dari biasanya,” jelasnya.

Sementara itu Bati Ops Kodim 1402/Polmas Pelda Sadrak Tabang saat ditemui di lapangan tembak mengatakan bahwa tujuan dari latihan untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan menembak prajurit Kodim 1402/Polmas.

“Karena menembak merupakan kemampuan dasar yang sudah diberikan sejak pendidikan, jadi kemampuan tersebut harus tetap dikuasai dan melekat pada diri prajurit,” tutupnya. (zik)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *