Unasman Siap Rancang Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara

Unasman Siap Rancang Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara

MAMUJU,TERASSULBAR – Lembaga pendidikan sampai saat ini masih menjadi tempat strategis bagi kelompok radikal, untuk terus melakukan doktrin dalam mengembangkan paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Pergerakan lembaga separatis yang cukup masif di bangsa ini, menjadi ancaman bagi keberagaman dan tradisi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meretas pergerakan kelompok radikal tersebut, termasuk membubarkan.

Selain peran pemerintah, peran masyarakat dan lembaga pendidikan juga sangat dibutuhkan. Seperti yang telah dilakukan baru-baru ini, aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Se Indonesia berkumpul di Nusa Dua Convention Centre (NDCC) di Bali, Senin (25/9/17), yang merupakan inisiasi para Rektor Perguruan Tinggi dan Swasta se Indonesia, telah melahirkan beberapa rekomendasi, salah satunya menjadikan kampus sebagai filter terhadap doktrin takfiri dan gerakan radikal yang dapat meronrong ideologi pancasila dan mengancam keutuhan NKRI.

Kepada wartawan terassulbar.co, Rektor Universiatas Al-asy’ariah Mandar (Unasman), Dra.Chuduriah Sahabuddin, M. Si., saat dikonfirmasi melalui WhatsAPP, Kamis malam (28/9/17), kampus yang ia pimpin siap menerapkan rekomendasi teraebut.

Seminar Kebangsaan

“Maka dari itu kami seluruh Pimpinan PT, berupaya agar dapat menjadikan kampus sebagai filter terhadap doktrin takfiri dan gerakan radikal yang dapat meronrong Ideologi pancasila dan mengancam keutuhan NKRI,” kata Chuduriah.

Rektor ataupun pimpinan Perguruan Tinggi se Indonesia yang hadir hingga saat pembukaan kemarin berlangsung sebanyak sekitar 2964 pimpinan Perguruan Tinggi, dan di pastikan akan terus bertambah dalam kegiatan dan keikut sertaanya dalam menutup kerang paham radikalisme.

Untuk Unasman sendiri, sebagai satu-satunya kampus yang menjadi syarat terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), kata Chuduriah, Unasman telah melakukan penguatan kebangsaan sejak terbentuknya kampus biru tersebut.

“Walaupun sebenarnya Unasman sejak dulu telah melakukan upaya untuk menguatkan Pancasila dan NKRI melalui Ta’aruf Unasman, dan mengenalkan mahasiswa baru tentang Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja), islam rahmatan lil alamin yang bersesuaian dengan ideologi Pancasila dan NKRI itu sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan,
kedepan Unasman juga akan merancang dan mempersiapkan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara di kampus. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *