Waah….Pekerjaan Jembatan Pelangi Disorot Diduga Tak Sesuai Bestek

POLMAN,TERASSULBAR – Warga Desa Binuang, Kecamatan Binuang, sorot pembangunan Jembatan Pelangi yang diduga menyalahi bestek. Jenis kayu sebagai material utama tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Salah seorang warga Polman Aryadi, menuding pembangunan Jembatan Pelangi dikawasan mangrove center tersebut diduga menyalahi aspek teknis, bahan kayunya tidak sesuai bestek.

“Dari penelusuran kami jenis kayu yang digunakan diduga tidak sesuai
bestek, ini akan berdampak terhadap daya tahan bangunan. Bahkan proyek tersebut sementara dalam proses pemeriksaan inspektorat,” terang Aryadi, Kamis (30/3/17).

Menurut Aryadi, awalnya pembangunan Jembatan pelangi dikawasan Mangrove Center ini dibangun tahun 2016 yang lalu melalui Dinas Kehutanan
Kabupaten Polman dengan anggaran Rp.432 juta, sesuai hasil lelang proyek tersebut dimenangkan CV.Sulawesi.

“Ironisnya proyek tersebut seharusnya yang kerja adalah pihak ketiga pemenang tender. Namun, kenyataannya pihak lain yang kerja. Olehnya itu, kami minta aparat penegak hukum menyelidikinya,”pungkasnya. (dy)

Facebook Comments