Warga Kabuloang Tuntut Tanahnya Dibayarkan

- in Hukum & Kriminal, Mamuju
138

MAMUJU,TERASSULBAR — Aktivitas tambang batu gaja di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, rugikan warga. Sekitar dua tahun beroprasi hak warga belum dipenuhi.

Data yang dihimpun, Minggu 14 Aprila 2019 ada sekitar 35 orang pemilik lahan mengalami itu. Pemilik lahan yang menempati lahan sekitar 52 hektare itu belum sepenuhnya ganti rugi lahan.

Salah satu warga pemilik lahan, M Sya’ir (60), mengatakan, hingga saat ini pihak perusahaan CV Az-Zahra belum juga menyatakan siap melunasi harga tanah warga. “Sampi sekarang belum ada kepastian kapan. Padahal sidah aktif,” ujarnya, kemarin.

Hingga saat ini, kata Sya’ir, pemilik lahan yang ada sekitar 35 itu hanya sebatas pembayaran DP. Misalnya, untuk dia hanya dengan total Rp6 juta.

Sementara kesepakatan, untuk lahan tersebut, harga Rp3.500 per meter. Dia memiliki lahan 1 hektare, jadi harga tanahnya Rp35 juta.

Sebelumnya, masyarakat merasa di tipu. Pasalnya tidak ada batas waktu pembayaran yang tercantum. Masyarakat pun tidak pernah tanda tangan surat perjajian, justru disampaikan itu di kwitansi pencairan DP.

Dikonfirmasi terpisah, Humas CV Az-Zahra, Arifuddin Amil, mengakui masih banyaknya lahan warga yang belum dilunasi. “Kita lunasi yang digarap, itu baru sekitar 15 hektare,” bebernya.

Untuk lahan yang belum digarap, kata Arifuddin, masyarakat masih bisa mengolahnya. Bisa panen kakao, kelapa dalam, dan buah-buahan, salah satunya langsat.

Hanya saja, ketika perusahaan ingin mengolahnya pihaknya akan segera melunasi. “Tetap kita lunasi dulu baru garap,” tegasnya.

Pihaknya menyanyangkan, adanya tindakan tambahan yang dilakukan masyarakat dengan menutup jalan. Sementara jalan yang ditutup itu di luar dari lahan dan disewa terpisah. (rz)

Facebook Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *